Minggu, 24 Mei 2009

BUKU SANDIWARA DAN PERANG



Judul : Sandiwara dan Perang: Politisasi Terhadap Aktifitas Sandiwara Modern Masa Jepang (1942-1945)
Penerbit : Ombak, Yogyakarta
Penulis : Fandy Hutari
Cetakan : Februari 2009
Tebal : xxii + 146 halaman
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 978-602-8335-07-2
Pengantar : Prof.Drs.Jakob Sumardjo
Gendre : Buku Sejarah
Email Penerbit : ombak_community@yahoo.com

Bagi yang tertarik membeli,bisa berhubungan dengan penerbit: ombak_community@yahoo.com atau dapatkan di toko-toko buku terdekat dan toko buku Gramedia

DESKRIPSI:
Tentara Jepang berhasil menguasai seluruh Indonesia pada 8 Maret 1942. Pemerintah pendudukan Jepang bercita-cita menyatukan seluruh Asia dalam satu kepemimpinan, yaitu kepemimpinan Jepang. Selain itu, mereka menginginkan agar masyarakat Asia mendukung peperangan yang sedang dijalankan melawan tentara Sekutu. Eksploitasi hasil bumi serta mobilisasi manusia adalah wujud dari cita-cita Jepang tersebut. Dalam memperlancar pelaksanaan kebijakan mereka tentang kemakmuran bersama Asia Timur Raya di bawah pimpinan Jepang, pemerintahan militer Jepang memberikan perhatian besar untuk mengambil hati rakyat dan bagaimana mengindoktrinasi mereka. Salah satu alat yang dimanfaatkan Jepang guna menarik simpati rakyat Jakarta adalah melalui media sandiwara. Buku ini menjelaskan kehidupan sandiwara modern yang dimanfaatkan Jepang sebagai alat propaganda perang mereka. Inilah, untuk pertama kalinya di Indonesia, di mana kegiatan sandiwara modern secara 'telanjang' dimanfaatkan sebagai alat indoktrinasi politik penguasa. Sebelumnya sandiwara modern pada masa kolonial hanya bersifat hiburan.Selamat membaca!

Kamis, 21 Mei 2009

Katanya si Bacaan bermutu...!

Baca Ajalah
dari sodara Gamal '04

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes…tampangnya kriminal
kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan…kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia…
Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget…
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper…
kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas…kagak laku…
kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun…
kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:…(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya)…
kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…
kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus…penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi…
kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching…keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?…
kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…
kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas di film Renegade …bikin lemas…
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! Mandragade lewat…
kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu…
kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!…laki-laki bukan sih?
Kalo cowok ganteng baca e-mail ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is beautiful”
kalo cowok jelek baca ini, Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!”

Rabu, 20 Mei 2009

taktik FM 2009


This is not exactly a basic tactic. This is a tactic you will need to tweak according to your team. Especially the personal instructions.
Your midfielders will also score a bit more with this tactic. Maybe even more than your strikers.

There are 3 different settings to it.
Attacking
Balanced
Defensive/counter attacking

With this tactic your mainly looking to push your fullbacks up more. 2 of your Cm's will be defensive so the other teams can't create much through the centre.
The CM in the middle will usually be the one who lurks outside the area(or arrives a bit late into the box etc)
The AM needs to a bit more freedomish type of player so he can 'fill up' up front.

To make it easier for you guys this is how you need your team to be:


-------------------------------------------------



The tactic looks like this(Making it labeled so i can explain)This mirrors the picture above:
-----ST----ST
--------AM------
--CM1---CM2---CM2
LB----CB---CB----RB
--------GK---------


GK: anyone

RB/LB: Quality full back who has good attacking qualities as well, such as crossing(Evra, Sagna are 2 good examples of fullbacks that are good attackingly and defensive.)

CB: Strong CB's that have good marking, tackling and positioning(Having too slow CB's isn't good)

Now you can see 3 CM's. There are 2 with arrows down.
Those 2 CM's are supposed to be DM's.

CM1= A midfielder who is good defensively, but mostly good at positioning as well. This CM1 should be a 'Carrick, Borowski' Type of midfielder. CM1 is the 'balancing defending midfielder'.

CM2==This is the one with an arrow forward. CM2 Should be a player that is a real CM but has a bit more attacking qualities, the one who has good shots and is really good off the ball. CM2 is a midfielder like Lampard or Scholes that make runs into the midfield and create danger.

CM3== CM3 is a real defensive midfielder. CM3 Should be a one like Hargreaves, Gattuso or De Rossi. He is the one to do the real defensive job in the midfield.

AM== The attacking midfielder, he should be on a "free role" so he can go a bit wide as well because u arent playing with wingers. This attacking midfielder should be a one with "flair". Someone who is good with the ball at his feet, who can create danger. The likes of Diego and zidane and such.

The strikers are your own choice, you can choose to play with 1 big striker(good on the head) when playing with the Counter Attacking(Defensive) play. And then also tick the target man thing. It will do so that the team can play the ball up fast to the target man to create chances fast.

Playmakers: All your CM's and the AM should be your playmakers.

Film Propaganda Jaman Jepang

Film Propaganda masa Pendudukan Jepang

oleh: Hairuman Agni Zainal


Pada 1942 Jepang datang ke Indonesia dengan angkatan darat ke-16 mereka mengambil alih Jawa, staf Sendenbu bersama-sama pihak militernya menyita semua perusahaan film yang ada. Oktober 1942 mereka membentuk suatu organisasi sementara untuk menjalankan kebijakan film. Organisasi ini dikepalai oleh Saicchi Oya yang tidak lain merupakan seorang penulis skenario terkenal Jepang yang dipekerjakan sebagai anggota staf Sendenbu.

Film-film yang diproduksi dan diputar pada masa Jepang bertujuan untuk kepentingan politik propaganda Jepang. Setiap film di dalamnya selalu terdapat unsur propaganda Jepang, terlepas dari jenis film itu sendiri baik berupa film dokumenter maupun film cerita. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah Jepang yang membatasi semua ruang gerak dalam berbagai bidang termasuk di dalamnya bidang kebudayaan.

Semua kebijakan yang diterapkan oleh organisasi tersebut didasarkan pada undang-undang film atau Eiga Ho yang dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri Jepang di Tokyo. Isi dari undang-undang film tersebut diantaranya perluasan kontrol pemerintah atas perusahaan film. Di dalamnya juga disebutkan bahwa film-film yang diproduksi dan diedarkan oleh organisasi-organisasi film harus menghilangkan semangat individualistik, harus tetap dengan semangat Jepang, semangat pengorbanan diri untuk bangsa dan masyarakat, mendidik massa, menghilangkan sikap santai, dan berusaha lebih menghormati kepada yang lebih tua.

Fungsi film pada awal masa pendudukan Jepang sebenarnya masih berjalan sebagaimana fungsinya sebagai media hiburan. Ini disebabkan pemerintah pendudukan Jepang menyadari demi kelangsungan perbioskopan di Jakarta, untuk sementara film impor masih diijinkan untuk diputar, dengan syarat menayangkan slide atau film pendek propaganda Jepang.

Setelah Jawa Eiga Kosha (Perusahaan Film) dan Jawa Eiga Haikyu Sha (Perusahaan Distribusi Film) memiliki stok yang cukup, maka impor film asing dihentikan, dan nama bioskop-bioskop yang memakai bahasa Belanda diganti. Selain itu untuk menarik simpati dari kaum Muslim, pertunjukkan di waktu Magrib dan Isya dilarang.

Propaganda Jepang berusaha menerangkan kepada bangsa Indonesia bahwa Jepang sebenarnya adalah keturunan dewa yang ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang kuat atau bangsa yang unggul. Propaganda Jepang juga berusaha menerangkan kepada bangsa Indonesia bahwa Inggris dan Amerika beserta sekutu-sekutunya adalah musuh. Tujuan utama dari propaganda adalah agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang dalam berperang melawan Sekutu dan untuk mengubah mentalitas rakyat. Di samping itu, propaganda tersebut juga menerang kan bahwa perang Pasifik mempunyai tujuan suci yaitu untuk membangun Asia Timur Raya.

Bagaimanapun juga bagi masyarakat, secara umum propaganda Jepang tampak kurang efektif dalam mendidik dan membentuk mereka kearah yang diinginkan penguasa Jepang. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa ada juga beberapa film-film militer Jepang yang bisa saja berguna dalam memberikan kesan kepada masyarakat Indonesia tentang kekuatan orang Jepang. Namun demikian, yang paling terlihat dalam film-film tersebut bukanlah muatan propaganda yang terdapat dalam film, tetapi bagaimana pemerintah pendudukan Jepang mengemas propaganda tersebut melalui media hiburan modern.

Sandiwara Jaman Jepang

Sandiwara pada masa Pemerintah Pendudukan Jepang

oleh: Fandi Hutary


Sebelum masa pendudukan Jepang, keadaan seni sandiwara modern di Jakarta mengalami perkembangan. Cikal bakal seni ini muncul pada akhir abad ke-19, dengan hadirnya Komedi Stamboel. Pada tahun 1925 terjadi pembaharuan dalam kesenian ini. Cara penyajiannya telah mendekati sandiwara Barat, seperti adanya tempat atau gedung khusus sebagai tempat pertunjukan dan adanya naskah tertulis untuk diperankan di atas panggung, serta mulai munculnya peran yang mirip dengan sutradara. Pelopor pembaharuan tersebut adalah dua perkumpulan besar, yaitu Miss Riboet Orion dan Dardanella. Pada masa kolonial kegiatan seni sandiwara tidak hanya terbatas pada kalangan profesional (yang kebanyakan adalah kaum kurang terpelajar), kaum terpelajar pun mulai mengadakan pertunjukan sandiwara, yang mereka adakan pada kongres-kongres. Pada masa akhir pemerintahan Hindia Belanda, kegiatan seni sandiwara di Jakarta mengalami ”mati suri”, setelah film Indonesia, ”Terang Boelan”, sukses besar pada tahun 1938-an. Pasca kesuksesan film Indonesia, banyak pemain-pemain dari perkumpulan sandiwara berpindah ke layar lebar.

Perubahan besar terjadi pada seni sandiwara di Jakarta ketika memasuki masa pendudukan Jepang. Pemerintah Jepang berusaha memajukan seni sandiwara untuk kepentingan propaganda perang mereka, melalui pendirian beberapa organisasi, seperti Sekolah Tonil, Keimin Bunka Shidosho, dan Perserikatan Oesaha Sandiwara Djawa. Perubahan ini disebabkan oleh tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu keadaan politik/perang, kebijakan pemerintah, dan aktifitas seniman sandiwara. Keadaan seni sandiwara pada masa pendudukan Jepang mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dibandingkan dengan kondisi pada masa akhir pemerintahan Hindia Belanda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor pendukung, salah satunya adalah adanya wadah khusus yang menangani segala aktifitas kesenian ini. Perkembangan ini sengaja didorong untuk memperkuat barisan propaganda mereka yang dihadirkan melalui hiburan seni sandiwara.

Pertunjukan-pertunjukan sandiwara panggung menjadi seragam pada masa ini, siaran sandiwara radio menyuarakan pesan propaganda, dan penulisan naskah berupa pesan politik sangat ditekankan. Bentuk propaganda melalui seni sandiwara terwujud dari lakon-lakon yang menghadirkan semangat perang, pengerahan hasil bumi, dan pengabdian kepada tanah air dengan memasuki organisasi militer. Sumbangan pendapatan pertunjukan untuk organisasi militer dan hiburan bagi prajurit, juga merupakan wujud dari itu semua. Dari semua media seni sandiwara yang digunakan pemerintah Jepang, media panggung, sandiwara radio, dan penulisan naskah, ternyata yang paling sampai pesan propagandanya adalah media melalui panggung. Ini dapat dipahami karena pertunjukan sandiwara melalui media panggung mempengaruhi kedua indera sekaligus, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan. Tema-tema propaganda dalam sandiwara tersebut mengalami perubahan pada setiap tahun dalam masa pendudukan.

Pasca proklamasi kemerdekaan, kegiatan seni sandiwara mengalami masa suram, kemudian seniman sandiwara banyak yang terjun ke bisnis produksi film nasional. Nilai positif yang dapat diambil dari kegiatan seni sandiwara pada masa pendudukan Jepang, bagi dunia sandiwara selanjutnya, yaitu dikenalnya dokumentasi naskah lakon, jangkauan cerita sandiwara yang lebih luas, muncul secara tegas peran dan tanggungjawab seorang sutradara, mulai dikenalnya fungsi seni sandiwara sebagai media massa yang sesungguhnya, serta diperlukan satu wadah khusus untuk menangani kegiatan seni sandiwara.

Pada kenyataanya efek/pengaruh propaganda tidak banyak berpengaruh terhadap mereka yang berasal dari kalangan ekonomi rendah dan juga mereka yang berasal dari golongan terpelajar kota. Kalangan ekonomi rendah tidak dapat menjangkau biaya untuk masuk gedung pertunjukan, yang mereka anggap terlampau mahal. Di samping itu mereka juga kurang memahami makna lakon pertunjukan sandiwara modern. Golongan terpelajar tidak terpengaruh oleh propaganda pemerintah yang dihadirkan melalui bentuk hiburan sandiwara. Mereka menganggap pertunjukan sandiwara propaganda tidak mempunyai nilai seni. Berbeda dengan mereka yang berasal dari kalangan kurang terpelajar. Kalangan ini menerima saja pesan-pesan propagada yang disampaikan.

Komunikasi dan Film

PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA


Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. (Bittner;Rakhmat, 2003: 188)(ardianto et.al, 2007:3). dari definisi tersebut jelas bahwa yang dinamakan komunikasi massa harus melalui media massa. Yang termasuk ke dalam media massa antara lain radio siaran dan televise (media elektronik), surat kabar dan majalah (media ceak), sedangkan film sebagai media komunikasi massa yaitu film bioskop.


Menurut gerbner komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. (Gerbner 1967; Rachmat, 2003: 188)(ardianto et.al, 2007: 3). Dari definisi Gerbner bahwa komunikasi massa itu harus menghasilkan produk lalu di distribusikan kepada masyarakat luas secara terus menerus baik itu harian, mingguan, dwimingguan maupun bulanan.

FILM

Fungsi film selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana informasi, edukatif maupun persuasif. (ardianto et.al, 2007:145)

Jadi Hacker?

HACKER

sumber: net sains.com

Zaman dulu, hacker identik dengan pecandu komputer yang suka begadang sampai pagi, coba berbagai cara untuk mencari kelemahan keamanan sebuah sistem. Stereotipe ini mungkin akan jadi karakter di film saja karena untuk menembus lubang keamanan, cukup sedia beberapa ratus dolar saja.

Anda tidak perlu belajar bertahun-tahun tentang TCP/IP, server side scripting atau cara kerja jaringan untuk melakukan infeksi terhadap komputer seeseorang. Cukup sediakan $700 dan beli satu skrip bernama Mpack, maka semua tugas itu akan dilakukannya. Bayangkan, bulan juni lalu 80,000 website dikerjain oleh kode-kode yang berhubungan dengan Mpack. Dalam satu serangan. Dan tentu, tidak diperlukan keahlian teknis untuk mengoperasikannya. Anda cukup tahu di mana membelinya.

Program ini juga menawarkan update secara regular, guna mengetahui kebocoran-kebocoran program yang terbaru. Menurut Paul Henry dari Secure Computing, jumlah perangkat hacking yang didownload meningkat hingga lebih dari 68,000 download. Program-program seperti Mpack, Shark2, Nuclear, Web Attacker dan IcePack dapat dibeli, sehingga memberi fasilitas kepada siapa saja yang membutuhkan. Anak-anak, jangan mencoba ini di rumah!

Bagaimana mengamankan situs web Anda dari Mpack? Meskipun beberapa perusahaan antivirus sedang bekerja keras untuk riset kelakuan Mpack ini, tapi tentu pembuatnya juga melakukan riset untuk mencari cara yang lain. Berikut beberapa tips sederhana untuk mengurangi resiko Mpack.

  • Mpack dapat menjalankan exploitnya jika Anda belum melakukan update (patch), jadi pastikan program Anda memperoleh upgrade keamanan secara reguler.
  • Sebagian besar aplikasi akan melakukan update secara otomatis jika Anda mengijinkannya. Pastikan ini semua berjalan.
  • Ganti secara reguler password Anda. Hindari menginstal aplikasi web pada folder default, dan tentu saja, update aplikasi Anda dengan versi terakhir.
  • Coba layanan yang melaporkan jika ada perubahan terhadap website Anda (seperti changenotes.com). Kalau sempat, cek rutin setiap hari jika ada trafik yang berlebihan di web Anda.
untuk pemula bisa belajar di klik-kanan.com